12
Jan
2026

Menjaga Perasaan Suami

Menjaga Perasaan Suami

Seorang isteri hendaknya menjaga agar tidak membuat suaminya marah, kesal atau tersakiti perasaannya. Jika hubungan dengan suami keruh dan renggang, maka kebahagiaan rumahtangga yang sukses dan dirahmati Allah pun akan sulit tercapai.

Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلَاثَةٌ ‌لَا ‌تُجَاوِزُ ‌صَلَاتُهُمْ آذَانَهُمْ: العَبْدُ الآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ، وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ، وَإِمَامُ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ

“Ada tiga golongan yang solatnya tidak akan melebihi telinga mereka: Hamba sahaya yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan isteri yang bermalam dalam keadaan suaminya marah kepadanya serta imam yang mengimami suatu kaum sementara kaum itu tidak menyukainya.” (HR at-Tirmidzi dari Abu Umamah)

Tiga jenis golongan manusia ini solatnya tidak akan melebihi telinganya dan yang mahu diberikan perhatian di sini adalah golongan yang kedua, iaitu seorang isteri yang membuat semalaman suaminya marah dan tidak senang kepada dirinya.

Ini merupakan sesuatu ancaman yang besar bagi seorang muslimah. Namun jika keimanannya lemah dan tipis, ia akan menganggap remeh keadaan tersebut. Ia tidak peduli jika suaminya marah, bahkan bersikap seolah-olah berkata, “Silakan saja marah, itu urusanmu.” Suaminya berpaling ke kanan, dia membalas dengan berpaling ke kiri. Ia tidak merasakan bersalah, padahal akibatnya berat sehingga ibadahnya tidak bernilai di sisi Allah. Oleh sebab itu wahai hamba-hamba Allah dari kalangan wanita, bertakwalah kalian kepada Allah.

✍ Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله

ll مجموعة طريق السلف ll
www.thoriqussalaf.com
http://telegram.me/thoriqussalaf
http://instagram.com/majmuahthoriqussalaf
http://m.youtube.com/@MajmuahThoriqusSalaf
https://www.tiktok.com/@majmuah.thoriqussalaf