Menjarh (Mencela) Orang Yang Melakukan Kesalahan Itu Merupakan Sunnah
Menjarh (Mencela) Orang Yang Melakukan Kesalahan Itu Merupakan Sunnah
• Dalam hadits Fatimah binti Qais رضي الله عنها, ketika beliau bertanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang perihal orang yang mahu melamarnya, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَمَّا أَبُو جَهْمٍ، فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ.
“Adapun Abu Jahm dia tidak meletakkan tongkatnya dari pundaknya (sering memukul atau sering berpergian jauh), adapun Muawiyah dia tidak berharta.” (HR Muslim)
• Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bersabda Rasulullah ﷺ kepada orang yang ingin menggugurkan tebusan janin yang mati:
هَذَا مِنْ إِخْوَانِ الكُهَّانِ
“Sungguh orang ini dari saudara para dukun.” (HR Bukhari dan Muslim)
• Dari Adi bin Hatim رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
بئس الخطيب أنت
“Dirimu merupakan khatib yang buruk.” (HR Muslim)
• Jika kita perhatikan tiga hadits di atas, hadits Fatimah binti Qais, Abu Hurairah dan Adi bin Hatim, di dalamnya kita dapati baginda Nabi ﷺ menyebutkan kejelekan beberapa nama dari para Sahabat baginda yang mulia di belakang mereka dan itu tentu bukan merupakan ghibah (mengumpat).
• Baginda Nabi ﷺ hanya menjarh (mengkritik atau mencela) dan menyebutkan kejelekan orang yang baginda sebut tanpa menyebutkan kebaikan mereka sama sekali. Hal ini menunjukkan kepada kita batilnya kaedah mereka (yang menuruti hawa nafsunya) yang menuntut keadilan di mana jika kita menyebutkan kejelekan seseorang, maka kita pula harus menyebutkan kebaikannya pula.
• Hadits di atas pula menjelaskan kepada kita batilnya kaedah yang menyatakan kita hanya membenahi tidak melukai, tidak membantah, tidak menyalahkan. Kita hanya meluruskan tanpa menyebutkan nama.
• Yang memperjelaskan batilnya kaedah-kaedah mereka ini adalah kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama hadits, para imam yang hanya menyebutkan jarh (celaan dan kelemahan para perawi) seperti kitab:
– Dhuafa Shoghir karya al-Bukhari
– Dhuafa wal Matrukin karya an-Nasa’i
– Majuruin karya Ibnu Hibban
– Al-Kamil fi Dhuafa Rijal karya Ibnu Adi
✍ Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله
ll مجموعة طريق السلف ll
www.thoriqussalaf.com
http://telegram.me/thoriqussalaf
http://instagram.com/majmuahthoriqussalaf
http://m.youtube.com/@MajmuahThoriqusSalaf
https://www.tiktok.com/@majmuah.thoriqussalaf



